Now Playing Tracks

Peluk

Dingin yang lebih beku dari bisu

Hangatmu di wajahku, 

Eratku di tubuhmu

Kecupmu di lukaku

Tangisku di bulu matamu

Biru, biru

Udara berat yang mengkristal

Sayu, sayu

Garismu semakin kabur

Aku, aku

Akhirnya larut

Begitu lengang malam

(19052013)

Ada Rasa Rindu yang Tak Pupus

Ada rasa rindu yang tak pupus

Luka-luka terbuka di ladang sepi

Begitu naif masih menyimpan mimpi

Suatu saat akan kembali masa yang hilang

Saat itu

Sebelum cinta

Jauh sebelum mencecap rasa

Tiada sanggup berbisik, “jangan pergi”,

Tatap mata

Lengkingan sunyi angin kelana

Ada rasa rindu yang tak pupus

Seerat apapun rangkulan

Napas satu-satu

Terbata hingga kata tak lagi bemakna

Suatu ketika

Sepasang mata bicara

Ada rindu yang tak pupus

Walau sudah ku kecup tanganmu

Luka masih terbuka

Siapa sangka

(19052013)

Love second precondition is connection, true sensory and temporal connection with other living things. You no doubt try to ‘stay connected’ when physical distance keeps you and your loved ones apart. You use the phone, e-mail, and increasingly texts or Facebook, and it’s important to do so. Yet your body, sculpted by the forces of natural selection over millennia, was not designed for the abstractions of long-distance love, the XOXs and LOLs.
Barbara Fredrickson, Love 2.0
To Tumblr, Love Pixel Union